| Penulis | : 22010063 Nurul Safira |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 22 May 2026 |
Abstrak
Komunikasi yang efektif merupakan faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien, khususnya pada proses serah terima pasien (handover). Metode komunikasi terstruktur SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mencegah kesalahan komunikasi yang berpotensi menimbulkan insiden keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan komunikasi SBAR saat handover di ruang rawat inap RSU Mufid Sigli. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 38 perawat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan perawat dan lembar observasi untuk menilai penerapan komunikasi SBAR saat handover, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik dan penerapan komunikasi SBAR tergolong baik. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan nilai p-value = 0,003 (α < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar rumah sakit meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan dan edukasi berkelanjutan terkait komunikasi SBAR serta melakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaannya, sehingga komunikasi saat handover dapat berlangsung secara efektif dan berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan serta mutu pelayanan keperawatan.
Kata kunci : Pengetahuan perawat, Komunikasi SBAR, Handover