| Penulis | : 22010042 DianNuzulia |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 19 May 2026 |
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru yaitu kebiasaan merokok, ventilasi/pencahayaan rumah, kepadatan hunian, serta kebiasaan batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian tuberkulosis paru. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita tuberkulosis paru.sebanyak 34 orang, dengan sampel sebanyak 34 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebanyak 18 pertanyaan, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kategori kurang baik pada variabel kebiasaan merokok (61,8%), ventilasi/pencahayaan (55,9%), kepadatan hunian (58,8%), dan kebiasaan batuk (58,8%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara kebiasaan merokok, ventilasi/pencahayaan, kepadatan hunian, dan kebiasaan batuk dengan kejadian tuberkulosis paru.Kesimpulan terdapat hubungan faktor kebiasaan merokok,ventilasi,kepadatan hunian,kebiasaan batuk dengan kejadian tuberkulosis paru. Saran upaya akan peningkatan edukasi kesehatan serta perbaikan kondisi lingkungan rumah untuk mencegah penularan dan mempercepat proses penyembuhan penderita tuberkulosis paru.
Kata kunci : Kebiasaan Merokok,Ventilasi,Kepadatan Hunian,Kebiasaan Batuk,Tuberkulosis Paru