| Penulis | : 22010141 M Arjuna |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 18 May 2026 |
Abstrak
Latar Belakang: Penyakit cacing dapat terjadi karena lingkungan yang kotor dan tercemar.penyakit ini menyerang orang disegala usia terutama pada anak – anak, cacing hidup pada usus manusia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan terjadinya kecacingan pada siswa. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah murid SD yang berjumlah 80 orang sampel orang dengan cara random sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk dichotomous choise dengan skala Guttman. Hasil: Hasil penelitian analisis univariat menunjukkan bahwa sanitas lingkungan sekolah pada kategori memenuhi syarat (88,8%), kebersihan kuku pada kategori bersih (57,5%), pemakaian alas kaki pada kategori sering (57,5%), kebiasaan cuci tangan pada kategori sering (92,5%), dan kecacingan pada kategori positif (68,8%). Dari hasil analisis bivariat diketahui bahwa yang berhubungan dengan terjadinya kecacingan (kebersihan kuku dan penggunaan alas kaki) dengan p vaalue 0,000, sedang yang tidak ada hubungan dengan terjadinya kecacingan adalah sanitasi lingkungan sekolah dengan p value 0,260 dan kebiasaan cuci tangan dengan p valeu 0,660. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat berada pada tahap yang baik sehingga perlu ditingkatkan lagi penjagaannya. Saran: diharapkan pada pihak sekolah agar dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang penting menjaga kebersihan diri agar terhindar dari infeksi cacingan sehingga anak murid dapat hidup yang sehat dan dapat belajar dengan baik.
Kata Kunci : sanitas lingkungan, kebersihan kuku, pemakaian alas kaki, kebiasaan cuci tangan.