| Penulis | : 22010091 Shela Meyrisa |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 18 May 2026 |
Abstrak
Penggunaan internet secara berlebihan dan terus menerus sehingga melebihi durasi yang seharusnya dapat mengakibatkan kecanduan internet dan menyebabkan kurangnya interaksi sosial yang menyebabkan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan internet addiction dengan kesehatan mental pada remaja di Gampong Blang Riek Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. jenis penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian Remaja di Gampong Blang Riek sebanyak 40 orang. alat ukur menggunakan kuesioner dengan tehnik sampel menggunakan total sampling sebanyak 40 orang. analisis statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menujukkan bahwa internet addiction sebagian besar (55,5%) kategori moderate tingkat depresi sedang sebagian besar (33,3%) kategori normal, tingkat kecemasan sedang sebagian besar (83,0%) kategori sedang, tingkat stress sebagian besar (55,5%) dalam kategori normal. Hasil uji Chi Square diperoleh p=0,001 dengan koefisien korelasi 0,001 dimana nilai p<α=0,05 ada hubungan antara internet addiction dengan tingkat depresi pada remaja, diperoleh p=0,000 dengan koefisien korelasi 0,000 dimana nilai p<α=0,05 ada hubungan antara internet addiction dengan tingkat kecemasan pada remaja, diperoleh p=0,000 dengan koefisien korelasi 0,000 dimana nilai p<α=0,05 ada hubungan antara internet addiction dengan tingkat stress pada remaja. Kesimpulan mayoritas remaja yang terkena internet addiction berusia 17-18 tahun (42,5%) sebagian besar perempuan (62,5%), mayoritas perangkat yang digunakan smartphone (87,5%). Disarankan remaja lebih memahami bagaimana dampak yang diakibatkan karena kecanduan internet, terlebih dampak negative pada segi psikologis terutama kejadian masalah kesehatan mental remaja.
Kata kunci : Remaja, Internet Addiction, Kesehatan Mental