| Penulis | : 22010013 Wulan Dari |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 16 May 2026 |
Abstrak
Kasus bullying pada remaja masih tinggi dan mengalami peningkatan setiap tahunnya, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di Indonesia, jumlah kasus bullying meningkat dari 11.057 kasus pada tahun 2019 menjadi 21.241 kasus pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian bullying dengan kesehatan mental pada remaja di SMP Negeri 2 Sigli Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Sigli Tahun 2025 sebanyak 360 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14-17 Februari tahun 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kejadian bullying dan kuesioner kesehatan mental. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian bullying pada remaja sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 28 responden (35,9%), dan kesehatan mental remaja sebagian besar berada pada kategori terganggu sebanyak 42 responden (53,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian bullying dengan kesehatan mental pada remaja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kejadian bullying yang dialami remaja, maka semakin besar risiko terjadinya gangguan kesehatan mental. Disarankan bagi pihak sekolah dapat meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi dan dukungan terkait pencegahan bullying dan kesehatan mental siswa.
Kata Kunci : kejadian bullying; kesehatan mental; remaja