| Penulis | : 22010045 Aula Magfirah |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 14 May 2026 |
Abstrak
Anak prasekolah sering mengalami kemarahan yang digambarkan dengan perilaku menangis, berteriak, namun tantrum juga dikatakan sebagai luapan frustasi yang ekstrim. Cara mengekspresikan keinginan anak atau ketidaknyamanan anak dengan menangis atau marah merupakan ekspresi yang kurang tepat yang disebut Tantrum. Faktor penyebab utama dari temper tantrum itu sendiri adalah ketidakmampuan anak mengungkapkan diri, keinginan mencari perhatian, kondisi yang tidak menyenangkan serta kesalahan pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptive analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 624 anak usia prasekolah dan sampel sebanyak 86 anak usia prasekolah. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 24 November s/d 20 Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah Di Wilayah kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie, dengan nilai (p = 0,946 < 0,05), dan tidak terdapat Hubungan Kondisi Fisik Anak Dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah Di Wilayah kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie didapatkan P-Value 0,173 > 0,05 (α). Peneliti menyarankan untuk dilakukan edukasi oleh pendidik ke orang tua tentang pola asuh yang baik serta mengenai temper tantrum pada anak.
Kata kunci : Pola Asuh, kondisi fisik, Temper Tantrum, Anak Prasekolah
Daftar Pustaka: 16 Buku (2014-2021) + 12 Jurnal