| Penulis | : 22010062 Nurul Asyura |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 16 May 2026 |
Abstrak
Gagal ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat menimbulkan dampak psikologis, salah satunya kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Tgk Chik Ditiro. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 270 dengan sampel sebanyak 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori baik, yaitu sebanyak 40 responden (54,8%), sedangkan responden dengan dukungan keluarga kategori kurang sebanyak 33 responden (45,2%). Tingkat kecemasan responden paling banyak berada pada kategori ringan, yaitu sebanyak 29 responden (39,7%), diikuti kecemasan berat sebanyak 25 responden (34,2%), dan kecemasan sedang sebanyak 19 responden (26,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalai hemodialisis di RSUD Tgk Chik Ditiro. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan keterlibatan dan dukungan keluarga dalam perawatan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien.
Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Pasien Hemodialisis