| Penulis | : 22040071 SHANDRI REALITA |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEBIDANAN |
| Tanggal Publikasi | : 02 Feb 2026 |
Abstrak
Konflik peran ganda dan stres kerja mempunyai hubungan yang sangat kuat. Pertentangan antar peran yang dimiliki wanita membuat hambatan dalam pemenuhan peran yang lainnya. Keadaaan yang demikian apabila terus berlanjut akan berdampak pada stres kerjanya ketika berada di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konflik peran ganda Tenaga Kesehatan dengan stress kerja di Rumah Sakit Umum Yulidin Away Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan tahun 2023. Jenis penelitian bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang sudah menjadi ibu di Rumah Sakit Umum Yulidin Away Tapaktuan Aceh Selatan berjumlah 74 Tenaga Kesehatan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 74 Tenaga Kesehatan. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki stress kerja sedang sebanyak 39 responden (52,7%), mayoritas responden memiliki konflik peran ganda tinggi dan sedang sebanyak 27 responden (36,7%), mayoritas responden memiliki time based conflict tinggi dan rendah sebanyak 25 responden (33,8%), dan mayoritas responden memiliki strain based conflict rendah sebanyak 29 responden (39,2%). Ada hubungan konflik peran ganda Tenaga Kesehatan dengan stress kerja, dengan P Value 0,000 (P ≤ 0,05), Ada hubungan time based confict dengan stress kerja, dengan P Value 0,001 (P ≤ 0,05), dan Ada hubungan strain based conflict dengan stress kerja, dengan P Value 0,007 (P ≤ 0,05). Kepada Tenaga Kesehatan yang memiliki peran ganda untuk dapat meningkatkan profesionalisme kinerjanya sehingga dapat menempatkan identitasnya baik dirumah maupun di tempat kerja.
Kata Kunci : Konflik Peran Ganda, Stress Kerja