| Penulis | : 22040021 MARYAMAH |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEBIDANAN |
| Tanggal Publikasi | : 02 Feb 2026 |
Abstrak
Program Keluarga Berencana untuk mengendalikan kelahiran sekarang terabaikan seiring dengan otonomi daerah. Akibatnya, Indonesia mengalami ledakan jumlah penduduk atau baby booming. Secara teori akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan dapat mengalami pola menstruasi yang normal dan sebagian dapat mengalami perubahan pola menstruasi. Akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan dapat mengalami gangguan pola menstruasi, seperti siklus haid yang memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak bahkan tidak menstruasi sama sekali (amenorhoe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Dengan Gangguan Menstruasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie tahun 2023. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB suntik yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie sebanyak 126 akseptor dengan sampel dalam penelitian ini adalah 32 sampel yang ditentukan menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengolahan data dengan langkah editing, coding, entry dan tabulating serta analisis data dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, tabel silang dan narasi. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square menunjukkan ada hubungan pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor kb, P Value 0,002 (P ≤ 0,05). Saran diperlukan kepada ibu akseptor KB untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan KB suntik sehingga ibu akseptor mengetahui dan memahami keuntungan dan kerugian menggunakan kontrasepsi suntik.
Kata Kunci : KB Suntik, Gangguan Menstruasi