| Penulis | : 21030010 Filza Auliana Yusriadi |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : FARMASI KLINIS |
| Tanggal Publikasi | : 07 Jul 2026 |
Abstrak
Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Pengobatan hiperurisemia saat ini menggunakan obat allopurinol. Selain itu, senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman matoa salah satunya dapat menekan atau mengurangi peradangan (inflamasi) pada penderita hiperurisemia. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol kulit batang matoa (pometia pinnata) terhadap kadar hiperurisemia pada mencit jantan yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian adalah post-test only randomized controlled, parallel group design. Analisa univariat dan bivariat dilakukan menggunakan SPSS uji ANOVA. Hasil analisis menggunakan uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai statistik H = 19,656 dengan derajat kebebasan (df) = 5 dan nilai signifikansi (Asymp. Sig.) = 0,001. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar hiperurisemia antar kelompok perlakuan. Dengan demikian, pemberian ekstrak etanol kulit batang matoa (Pometia pinnata) pada berbagai dosis, serta pembanding allopurinol, menunjukkan efek yang berbeda terhadap penurunan kadar asam urat pada mencit jantan yang diinduksi jus hati ayam. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai aktivitas antihiperurisemia ekstrak kulit batang matoa dengan variasi dosis yang lebih luas untuk mengetahui dosis paling efektif dalam menurunkan kadar asam urat.
Kata kunci : Kulit Batang Matoa, Kadar Hiperurisemia, Jus Hati Ayam