| Penulis | : 21030022 Nabila Silvia |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : FARMASI KLINIS |
| Tanggal Publikasi | : 07 Jul 2026 |
Abstrak
Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pemanfaatan bahan alam yang mengandung senyawa bioaktif menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan kadar glukosa darah. Kulit batang kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi memberikan efek antidiabetes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol kulit batang kersen terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi sukrosa. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium in vivo dengan rancangan post-test only control group design. Hewan uji dibagi ke dalam enam kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (metformin), serta kelompok perlakuan ekstrak etanol kulit batang kersen dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Induksi hiperglikemia dilakukan menggunakan larutan sukrosa, kemudian diberikan perlakuan selama 14 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah perlakuan, dan data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut LSD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang kersen mengandung senyawa flavonoid. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar glukosa darah antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa dosis 100 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memberikan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan, sedangkan dosis 200 mg/kgBB tidak menunjukkan perbedaan signifikan. menunjukkan pola respons dosis non-monotonik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang kersen berpotensi menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi sukrosa, terutama pada dosis 100 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid spesifik serta menggunakan variasi dosis dan durasi perlakuan yang lebih luas.
Kata kunci: Muntingia calabura, flavonoid, diabetes melitus, glukosa darah, mencit