| Penulis | : 22022115 Putroe Adelapitaloka.S |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : KEPERAWATAN |
| Tanggal Publikasi | : 06 Jul 2026 |
Abstrak
Pada pesantren segala sesuatunya harus kita lakukan sendiri mulai melayani diri sendiri, membuat keputusan sendiri, berfikir menurut jalan fikirannya sendiri dan bebas bertingkah laku, tanpa harus bergantung pada orang lain. Salah satu aspek yang penting dalam membangun kemandirian santri adalah kepercayaan diri. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kemandirian santri Pesantren Terpadu Al-Furqan Bambi Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan metode observasi dan pembagian kusioner, dilakukan di Pesantren Terpadu Al-Furqan Bambi. Responden penelitian ini adalah seluruh santri/wati di Pesantren Terpadu Al-Furqan Bambi, pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling sebanyak 70 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner yang berisi 65 pertanyaan meliputi penampilan fisik, status sosial, jenis kelamin, tingkat pendidikan, prestasi belajar dan kemandirian. Hasil penelitian yang diperoleh dari 70 responden mayoritas penampilan fisik kategori baik 63 responden (90,0), status sosial cukup 45 responden (64,3%), jenis kelamin perempuan 41 responden (58,6%), tingkat pendidikan Madrasah Aliyah 46 responden (65,7%), prestasi belajar kurang 38 responden (54,3%), dan kemandirian santri kurang 37 responden (52,9%). Kemandirian kategori baik dominan pada penampilan fisik baik (49,2%), status sosial kurang (60,0%), jenis kelamin laki-laki (62,1%), tingkat pendidikan Madrasah Aliyah (MA) (65,2%), dan prestasi belajar baik (84,4%). Kemandirian kategori kurang dominan pada penampilan fisik kurang (71,4%), status sosial cukup (60,0%), jenis kelamin perempuan (63,4%), tingkat pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) (87,5%), dan prestasi belajar kurang (84,2%). Kesimpulan yang didapatkan tidak ada pengaruh antara penampilan fisik dan status sosial dengan kemandirian santri dengan nilai p (0,299) > α (0,05), dan nilai p (0,108) > α (0,05). Ada pengaruh antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan prestasi belajar dengan kemandirian santri dengan nilai p (0,035) ≤ α (0,05), nilai p (0,000) ≤ α (0,05), dan nilai p (0,000) ≤ α (0,05). Diharapkan kepada pesantren agar dijadikan wadah bagi santri untuk belajar tentang kepercayaan diri dan kemandirian sehingga pada akhirnya tercapai sikap kemandirian yang tinggi dikalangan santri, sehingga semakin tingginya kepercayaan diri maka akan semakin tinggi pula kemandiriannya.
Kata Kunci : Kepercayaan diri, Kemandirian, Santri