| Penulis | : 22010130 Nuria Ulfa |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : |
| Tanggal Publikasi | : 29 Jun 2026 |
Abstrak
Tindakan operasi dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan merupakan suatu perasaan khawatir, gelisah, dan takut yang dialami seseorang ketika menghadapi situasi tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi preoperatif terhadap kecemasan pasien sebelum operasi di ruang bedah RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli Kabupaten Pidie. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Test and Post-Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang akan menjalani tindakan operasi di ruang bedah. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Januari sampai dengan 15 Februari 2026. Hasil penelitian sebelum diberikan edukasi preoperatif menunjukkan bahwa 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan berat, 12 responden (24,0%) mengalami kecemasan ringan, dan 3 responden (6,0%) mengalami kecemasan panik. Setelah diberikan edukasi preoperatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 responden (54,0%) mengalami kecemasan ringan, 10 responden
(20,0%) berada pada kategori normal, dan 6 responden (12,0%) mengalami kecemasan berat. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,001 dengan tingkat kemaknaan α = 0,05, sehingga Ho ditolak. Dengan demikian, terdapat pengaruh edukasi preoperatif terhadap kecemasan pasien sebelum operasi di ruang bedah RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli Kabupaten Pidie. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dan pemberian edukasi kesehatan kepada pasien untuk mengurangi tingkat kecemasan sebelum menjalani tindakan operasi.
Kata Kunci : Edukasi Preoperatif, Kecemasan